Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tutorial C++ #4: Mengenal Operator Aritmatika dan Hierarki Perhitungan

Mengenal Operator Aritmatika dan Hierarki Perhitungan

Assalamualaikum sobat blogger semua! Setelah kemarin kita banyak membahas dasar-dasar HTML, kali ini kita akan menyeberang sedikit ke bahasa pemrograman yang sangat populer dalam dunia akademik dan kompetisi algoritma, yaitu C++.

Saat kita menulis sebuah kode program, kita pasti ngga akan lepas dari yang namanya perhitungan matematika atau manipulasi data. Nah, untuk melakukan hal tersebut, kita membutuhkan alat bantu bernama Operator. Pada kesempatan kali ini, gua akan membahas salah satu jenis operator yang paling mendasar, yaitu Operator Aritmatika di C++ lengkap dengan contoh program dan hierarki perhitungannya. Yuk, kita bedah!


Pengertian Operator Aritmatika

Secara singkat, operator aritmatika adalah simbol-simbol khusus yang digunakan untuk melakukan operasi matematika standar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga sisa bagi.

Di dalam klasifikasinya, operator aritmatika ini termasuk ke dalam jenis Operator Binary. Artinya, operator ini membutuhkan dua buah nilai (operan) agar bisa bekerja. Misalnya pada ekspresi 5 + 3, tanda + adalah operatornya, sedangkan angka 5 dan 3 adalah operannya.

Berikut adalah 5 macam operator aritmatika yang wajib lu ketahui di dalam bahasa C++:

Simbol Nama Operasi Contoh Ekspresi Hasil
+ Penjumlahan 5 + 3 8
- Pengurangan 5 - 3 2
* Perkalian 5 * 3 15
/ Pembagian 5.0 / 2.0 2.5
% Modulus (Sisa Bagi) 5 % 2 1

Note khusus Modulus (%): Operator ini gunanya untuk mencari sisa dari hasil pembagian bulat. Contohnya 5 dibagi 2 itu dapet 2, dan sisanya adalah 1. Operator % ini hanya bisa digunakan untuk tipe data bilangan bulat (integer) ya!


Hierarki (Urutan Kekuatan) Operator Aritmatika

Dalam dunia nyata, kita sering menulis matematika kompleks yang menggabungkan banyak operator sekaligus, misalnya: 8 + 4 * 2 / 4. Nah, C++ ngga asal hitung dari kiri ke kanan, melainkan mematuhi hukum Hierarki Operator (Precedence).

Berikut adalah urutan kekuatan operator dari yang tertinggi ke terendah:

  1. Tingkat Tinggi: Perkalian (*), Pembagian (/), dan Modulus (%). Ketiganya setara. Jika posisinya sejajar, maka komputer akan menghitung dari yang paling kiri dulu.
  2. Tingkat Rendah: Penjumlahan (+) dan Pengurangan (-). Keduanya setara dan dihitung setelah tingkat tinggi selesai.

Uji Coba Manual Tanpa Tanda Kurung:

X = 8 + 4 * 2 / 4
X = 8 + 8 / 4   // (4 * 2 dihitung duluan karena perkalian lebih kuat dari penjumlahan)
X = 8 + 2       // (8 / 4 dihitung berikutnya karena pembagian lebih kuat)
X = 10          // (Hasil akhir penjumlahan)

Uji Coba Manual dengan Tanda Kurung:
Sama seperti matematika di sekolah, kita bisa memaksa komputer mengabaikan hierarki di atas dengan cara membungkus operasi menggunakan tanda kurung ( ). Operasi di dalam kurung mutlak dikerjakan paling pertama.

X = (8 + 4) * 2 / 4
X = 12 * 2 / 4  // (8 + 4 dihitung paling pertama karena di dalam kurung)
X = 24 / 4      // (12 * 2 dihitung karena posisi kali di sebelah kiri bagi)
X = 6           // (Hasil akhir)

👨‍💻 Implementasi Kode Program di C++

Sekarang, yuk kita buktikan teori hitungan di atas langsung ke dalam baris kode program. Di sini gua menggunakan IDE Dev-C++ (lu bisa pakai VS Code atau compiler online lainnya juga, kodenya sama kok).

Contoh Source Code C++:

#include <iostream>

using namespace std;

int main() {
    // Deklarasi variabel penampung hasil
    int a, b, c, d;

    // Proses kalkulasi menggunakan berbagai hierarki
    a = 8 + 4 * 2 / 4;
    b = (8 + 4) * 2 / 4;
    c = 10 % 3 * 2;
    d = 10 % (3 * 2);

    // Menampilkan teks soal ke layar
    cout << "A = 8 + 4 * 2 / 4" << endl;
    cout << "B = (8 + 4) * 2 / 4" << endl;
    cout << "C = 10 % 3 * 2" << endl;
    cout << "D = 10 % (3 * 2)" << endl;

    // Menampilkan hasil variabel kalkulasi
    cout << "\nHasil dari A = " << a << endl;
    cout << "Hasil dari B = " << b << endl;
    cout << "Hasil dari C = " << c << endl;
    cout << "Hasil dari D = " << d << endl;

    return 0;
}

Hasil Output Console Terminal:

A = 8 + 4 * 2 / 4
B = (8 + 4) * 2 / 4
C = 10 % 3 * 2
D = 10 % (3 * 2)

Hasil dari A = 10
Hasil dari B = 6
Hasil dari C = 2
Hasil dari D = 4

--------------------------------
Process exited after 0.05 seconds with return value 0
Press any key to continue . . .

Kenapa Hasil C dan D Berbeda?
Pada variabel C, 10 % 3 dikerjakan duluan (hasilnya 1), baru dikali 2, maka hasilnya 2. Sedangkan pada variabel D, perkalian di dalam kurung 3 * 2 dipaksa jalan duluan (hasilnya 6), baru kemudian 10 % 6 dihitung, menghasilkan sisa bagi yaitu 4. Terbukti kan kalau hierarki itu ngaruh banget!

Kesimpulan

Memahami operator aritmatika dan hukum hierarki pengerjaannya adalah fondasi mutlak dalam pemrograman. Salah menaruh tanda kurung bisa berakibat fatal pada kalkulasi logika aplikasi yang lu bangun.

Sekian artikel kali ini, semoga bisa membantu kalian semua yang lagi berjuang belajar dasar-dasar pemrograman C++. Kalau ada jalurnya kodingan yang error atau bingung logika matematikanya, langsung aja lempar pertanyaan di Kolom Komentar di bawah ya, mari kita diskusikan!

Wassalam.

🛠️ Apa Senjata Buat Nulis C++? Yuk Kenalan dengan IDE!

Tadi di atas gua sempat mention soal aplikasi Dev-C++. Sebenarnya apa sih itu IDE, apa bedanya sama Text Editor biasa kayak VS Code, dan aplikasi apa aja yang paling mantap buat kompilasi program C++?

Lanjut: Mengenal Apa itu IDE Lengkap →

Posting Komentar untuk "Tutorial C++ #4: Mengenal Operator Aritmatika dan Hierarki Perhitungan"