Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tutorial PHP #2: Cara Install PHP dan Apache Web Server Terpisah di Windows

Assalamualaikum Wr, Wb Sobat blogger semuanya! Di tutorial pertama kemarin, kita sudah sukses mengubah laptop kita menjadi server lokal menggunakan cara instan, yaitu memakai XAMPP. Nah, sesuai janji gua, di artikel kedua ini kita akan naik level ke cara yang lebih pro, yaitu Menginstall PHP dan Apache Web Server secara Terpisah (Manual).

Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa repot-repot dipisah kalau ada yang instan?". Jawabannya adalah efisiensi dan pemahaman kontrol. Para developer profesional lebih suka cara mandiri ini karena ukuran filenya jauh lebih ringkas, RAM laptop ngga gampang bengkak, dan kita jadi tahu persis bagaimana cara server mengonfigurasi file PHP di balik layar. Yuk, gass kita bedah langkah-langkahnya!


Langkah 1: Download dan Install Core PHP

Karena kita ngga pakai XAMPP, kita harus mendownload "mesin" utama PHP-nya langsung dari server resmi:

  1. Buka browser lu, lalu kunjungi situs windows.php.net/download.
  2. Cari versi PHP terbaru. Pastikan lu mendownload yang versi Thread Safe (pilih yang tipe Zip). Jangan salah pilih versi Non-Thread Safe ya, karena versi itu ngga jodoh dengan Web Server Apache.
  3. Setelah file .zip selesai didownload, buatlah sebuah folder baru di dalam Drive C laptop lu dengan nama C:\php.
  4. Ekstrak seluruh isi file zip PHP tadi ke dalam folder C:\php tersebut.

Langkah 2: Daftarkan PHP ke Environment Variables Windows

Agar perintah PHP bisa dikenali oleh sistem Windows melalui Terminal atau Command Prompt (CMD) di mana saja, kita harus mendaftarkan jalurnya:

  1. Klik tombol Start Windows, ketik kata kunci "Environment Variables", lalu tekan Enter.
  2. Pada jendela yang muncul, klik tombol Environment Variables... di bagian bawah.
  3. Di bagian System Variables, cari variabel bernama Path, klik variabel tersebut lalu klik Edit.
  4. Klik tombol New di sebelah kanan, lalu ketikkan jalur folder PHP kita tadi: C:\php.
  5. Klik OK di semua jendela untuk menyimpan pengaturan.
  6. Untuk mengujinya, buka CMD lu, lalu ketik perintah: php -v. Jika muncul teks versi PHP lu, artinya pendaftaran mesin PHP sukses!

Langkah 3: Download dan Konfigurasi Apache Web Server

Mesin PHP sudah siap, sekarang kita butuh Web Server untuk menjembatani kodingan kita ke browser menggunakan Apache:

  1. Kunjungi situs penyedia compiler Apache untuk Windows di apachelounge.com. Download file zip Apache (biasanya bernama httpd-xxxx-win64-VS17.zip).
  2. Buka file zip tersebut, lalu ekstrak folder bernama Apache24 langsung ke dalam Drive C lu, sehingga jalurnya menjadi C:\Apache24.

🛠️ Menjodohkan Apache dengan PHP

Sekarang kita harus memberi tahu Apache bahwa ada mesin PHP di laptop kita. Caranya, buka file konfigurasi Apache yang terletak di C:\Apache24\conf\httpd.conf menggunakan Notepad atau VS Code. Gulir ke bagian paling bawah file tersebut, lalu copy-paste baris kode berikut ini:

# Menghubungkan Apache dengan Modul PHP
PHPIniDir "C:/php"
LoadModule php_module "C:/php/php8apache2_4.dll"
AddHandler application/x-httpd-php .php

(Catatan: Pastikan nama file php8apache2_4.dll di atas disesuaikan dengan versi nomor PHP yang lu download ya!). Jangan lupa simpan file tersebut (Ctrl + S).


Langkah 4: Menjalankan dan Menguji Server Mandiri Lu

Untuk menghidupkan server Apache buatan lu sendiri, caranya sangat mudah:

  1. Buka Command Prompt (CMD) wajib dengan mode Run as Administrator.
  2. Ketikkan perintah berikut untuk mendaftarkan Apache sebagai service Windows: C:\Apache24\bin\httpd.exe -k install.
  3. Setelah sukses terpasang, jalankan servernya dengan perintah: C:\Apache24\bin\httpd.exe -k start.
  4. Buka browser lu, ketik localhost lalu tekan Enter. Jika muncul tulisan berukuran besar "It Works!", selamat! Server buatan lu 100% aktif tanpa bantuan XAMPP!

Kesimpulan

Menginstall PHP dan Apache secara terpisah memang butuh perjuangan teknis yang lumayan memeras keringat di awal. Tapi keuntungannya, lingkungan kerja koding lu sekarang jadi sangat bersih, ringan, dan lu punya kendali penuh atas konfigurasi server mirip seperti sistem yang dipakai pada server hosting asli di internet.

Sampai di sini dulu tutorial tingkat pro kita. Silakan dicoba pelan-pelan di laptop masing-masing. Di artikel selanjutnya, kita akan langsung masuk ke ruang kemudi kodingan dengan membahas materi: Mengenal Fungsi beserta Perbedaan Perintah Echo, Print, Print_r, dan Var_dump di PHP.

Kalau ada langkah konfigurasi file httpd.conf yang bikin pusing atau servernya memunculkan error pas di-start, langsung aja lempar keluhan kalian di Kolom Komentar bawah ya. Mari kita bedah solusinya bareng-bareng!

Wassalam.

🚀 Server Udah Siap, Yuk Mulai Tampilkan Data Pertama Lu!

Lingkungan server lokal lu udah kokoh terpasang. Sekarang saatnya kita belajar koding dasar PHP untuk menampilkan informasi ke layar browser. Tahu ngga sih kalau perintah cetak di PHP itu ada banyak macamnya?

Lanjut ke Tutorial #3: Menguasai Fungsi Output PHP →

Posting Komentar untuk "Tutorial PHP #2: Cara Install PHP dan Apache Web Server Terpisah di Windows"